Menjadi Bermanfaat

By , ,

Pernahkah kita bertanya tentang apa yang sudah kita kontribusikan untuk orang lain selama hidup kita? Sudahkan kita menjadi bermanfaat untuk orang orang lain atau minimal kita menjadi bermanfaat di lingkaran kita.

Jika selama ini teman teman merasa belum menjadi manfaat untuk orang lain, belum terlambat lo, untuk belajar dan menjadi bermanfaat untuk sesama. Orang bijak berkata “Hidup merupakan proses belajar yang tak akan ada habisnya”, kalau pun dirasa cukup mungkin yang menyudahi proses belajar ada kematian. Selalu ada kesempatan untuk kita menjadi bagian dari manfaat yang ada untuk sesame.

Menjadi bermanfaat itu sederhana, sesederhana simpul senyum orang orang di sekitar kita karena adanya keberadaan kita. Yap gw pikir begitu, tak perlu jauh jauh untuk memulai menjadi bagian dari manfaat untuk orang lain. Kita bisa mulai di tim kita, di lingkup kantor, keluarga atau dimanapun dan kapanpun kita berada.

Suatu siang di tengah sebuah obrolan ada teman bertanya bagaiamana cara menjadi bermanfaat diusia muda.Terus terang gw sendiripun masih belajar untuk menjadi anak muda yang bermanfaat bagi orang lain, gw selalu berupaya untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat setiap harinya untuk orang lain. Meski terdengar klasik gw selalu berusaha menerapkan hal tersebut setidaknya di tim tempat gw bekerja.

Di era yang serba digital ini, kemudahan akan akses sebuah informasi adalah sebuah hal yang sangat mudah di dapatkan. Hal tersebut juga tentunya dapat dimanfaatkan untuk menjadi bagian dari manfaat untuk sesame, seperti yang kita ketahui banyak sekali campaign” sosial yang ada di media sosial ataupun aplikasi lainya, jadi tidak ada alasan tidak punya waktu untuk menjadi bermanfaat karena sibuk bekerja.

Jadi ya sesederhana itu kalau kita mau melakukan.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.